Sabtu, 26 Agustus 2017

KEPERCAYAAN & TANGGUNG JAWAB

Renungan singkat Minggu biasa ke-21
Minggu 27 Agustus 2017

Sumber:
Bacaan I         : Yesaya 22:19-23
Bacaan II       : Roma 11:33-36
Bacaan Injil   : Mateus 16:13-20
Bait Pengantar Injil
Aleluiya
Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya…

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga." Lalu Yesus melarang murid-murid-Nya supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun bahwa Ia Mesias.

Demikianlah Injil Tuhan…










Stasi Dhawe paroki Danga

Renungan

KEPERCAYAAN & TANGGUNG JAWAB

Saudara/I terkasih dalam Kristus..

Suatu ketika pada pelajaran Agama Katolik, bu guru bertanya kepada para murid sebagai awal sebuah proses KBM.
Bu guru      : Anak-anakku yang terkasih, siapa diantara kalian yang ingin masuk Sorga?
Semua peserta didik menjawab sambil berdiri..saya bu guru..saya bu guru…hanya Muzidi yang diam saja.
Bu Guru     : lha Muzidi kok gak menjawab dan diam saja, memangnya kamu tidak mau masuk Surga?
Muzidi        : lha memangnya mau berangkat sekarang bu? Haaaaaaa
Bagaimana dengan Anda? Apakah ingin masuk Sorga? Kalau ingin silakan berangkat sekarang, Petrus sudah menanti di sana..haaaaaa

Umat beriman yang terkasih…
Sebagai orang beriman pada Kristus, pintu itu selalu terbuka. Pintu pengampunan, pintu pertobatan, pintu belas kasihan, pintu kerahiman selalu disiapkan bagi kita yang percaya pada-Nya. Pintu terakhir yang akan kita datangi adalah pintu Kerajaan Sorga. Siapa diantara kita yang tidak merindukan dan menginginkan pintu terakhir itu? Pasti kita semua merindukan dan menginginkannya. Hanya kapan kita ke sana tentu belum tahu, itu urusan BOSS di atas. 
Hari ini Yesus memberi kepercayaan kepada Petrus untuk memegang kunci Kerajaan Sorga. Namun perlu disadari bahwa untuk sampai pada kepercayaan itu, butuh sebuah dialog iman. Bisa saja melalui test wawancara/dialog iman antara Yesus dan para murid. Perhatikan dialog tersebut;
Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?"  Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!"
Adanya dialog iman ini, sebetulnya ingin menguji seberapa jauh, seberapa dalam pengenalan mereka akan Guru akan sahabat yakni Yesus Kristus yang sudah lama telah bersama mereka.Sungguh jawaban mereka sangat diplomatis dan bermacam-macam. Cara Yesus bertanya pertama-tama bukan menguji pengetahuan para murid yang super cerdas, namun pertanyaan Yesus lebih pada seberapa dalam relasi mereka akan Yesus dan bagaimana relasi itu dijadikan pedoman dan harapan akan kebangkitan. Petrus yang adalah Rasul paling aktif, proaktif meskipun menyangkal Yesus juga toh dipercaya untuk menjadi pemimpin gereja Katolik hingga kini. Jawaban Petrus yang super smart itu mengantar kita pada suatu keyakinan dan kepastian bahwa Gereja adalah jalan keselamatan bagi kita. “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga.
Petrus sendiri adalah kunci itu. Segala apa yang Yesus ajarkan kepada kita, telah nyata dihadapan kita yakni janji KESELAMATAN. Dan keselamatan itu adalah Yesus sendiri, maka segala sesuatu dari Allah, ada karena Allah dan menuju pada Allah. Demikian Santo Paulus mengatakannya kepada umat di Roma. Bagi Dialah kemuliaan selama-lamanya.

Saudara/I terkasih..
Berbicara tentang kepercayaan berarti berbicara tentang bagaimana mempertanggung jawabkan atas iman kita pada Kristus, Yesus. Hal demikian bukan perkara mudah, butuh proses dan proses itu butuh perjuangan.
Pertanyaan Yesus kepada para murid-Nya sebetulnya pertanyaan untuk kita juga dan pertanyaan semacam itu masih sangat relevan hingga saat ini, belum lagi di tengah situasi dunia yang penuh pergulatan, ruwet, penuh tantangan dan dosa. Lalu apa jawaban kita? Silakan dijawab dalam hati dan dibawa pulang, bila perlu pertanyaan Yesus itu (siapa AKU menurutmu), selalu muncul dalam hati kita masing-masing, sehingga menjadi kekuatan dan bekal bagi kita menuju pada pintu yang kita rindukan dan dinantikan. Amin



SELAMAT HARI MINGGU, TUHAN MEMBERKATI

Foto-foto lain:









Rabu, 23 Agustus 2017

SURAT KASIH UNTUK GENERASI BARU MBOHANG



Untukmu Para 
Generasi baru Mbohang

Salam kasih dan damai,
Apa kabar Anda semua? Semoga baik-baik saja dan tentunya salalu dalam lindungan dan berkat-Nya. Harapan yang sama semoga kedatanganku melalui surat ini tidak mengganggu aktivitas anda dan kiranya membantu anda untuk semakin mengenal dan mencintai diri sendiri. Surat ini sengaja saya buat dengan maksud agar teman-teman semua, para generasi baru Mbohang mampu menyadari diri serta siap membangun masa depan “beo Mbohang” tercinta menjadi lebih baik dan bermartabat. Terus terang sebagai putera Mbohang merasa bangga dan penuh sukacita melihat perkembangan di “beo Mbohang”, baik perkembangan bangunan (rumah), jalan raya, ekonomi, pendidikan, moral spiritual dan lain sebagainya. Adakah perkembangan lainnya? Silakan diisi sendiri. Yang jelas sepintas saya mengamati bahwa kedepannya “beo Mbohang” akan menjadi lebih baik, bermartabat bahkan menjadi “beo berpendidikkan”.
Para Generasi baru Mbohang terkasih…
Masa depan beo Mbohang ada di tanganmu, ada di tangan kita di hati kita masing-masing. Belum ada kata terlambat untuk selalu berusaha dan memperbaikinya. Yang lalu biarkanlah  berlalu sesungguhnya yang baru telah datang dan sudah ada di hati kita masing-masing.
Lewat surat ini ada tiga pesan utama yang ingin saya sampaikan:



Pertama: UNTUK GENERASI  LAMA/GENERASI PIONER. Generasi lama atau generasi pioner yang saya maksud adalah orang tua kita, kakek, nenek kita; baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Terlebih yang merintis beo ini diantaranya; ema Lantu dari kampung Rejeng, ema Dampul dari Karot dan ema Ngatang dari Tonggur.
Dari hati yang paling dalam saya mengucapkan syukur dan berterima kasih atas segala kebaikan, segala yang telah kalian berikan untuk beo tercinta ini. Besar harapan kami sebagai anak-anak, cucu, cicit agar kalian tetap mendoakan beo Mbohang, mendoakan kami generasi baru Mbohang sehingga kedepannya beo tercinta ini selalu dalam lindungan-Nya.



Kedua: UNTUK GENERASI TENGAH/GENERASI BERBUDI. Generasi tengah atau generasi berbudi yang dimaksud adalah generasi yang sudah lulusan studi di Perguruan Tinggi dan sudah mengabdi. Ingat bahwa kita bisa dan jadi seperti ini tentu berkat doa dan dukungan dari keluarga-keluarga di beo Mbohang. Nama beo Mbohang begitu harum mewangi justru karena telah mencetak begitu banyak intelektual dengan profesi masing-masing; ada yang jadi pendidik, imam, biarawan/I, pengusaha. Jika dipresentasekan memang yang dominan adalah pendidik (guru) sekitar 80%. Masih menunggu calon imam, biarawan/I yang lainnya.
Bagi kita generasi tengah/generasi berbudi adakah sesuatu yang baik datang dari kita? Adakah sesuatu yang telah kita buat untuk beo Mbohang? Jika belum, maka saatnya kita membuka diri membuka hati untuk berbagi. Berbagi tidak harus dengan harta, kekayaan yang kita miliki, tetapi berbagilah apa yang menjadi kompetensi kita. Satu hal yang pasti tetaplah menjaga nama baik beo Mbohang agar namanya tetap harum mewangi selama-lamanya.  

Ketiga  : GENERASI EMAS. Mengapa Generasi emas dan siapakah generasi emas itu? Seorang pendidik pernah mengatakan demikian:“ proses pendidikan  itu ibarat pengolahan sampah menjadi emas”. Butuh proses, butuh usaha, butuh ketelitian, ulet dan bertanggung jawab. Emas itu baru dikatakan emas jika dia mampu melewati proses itu. Beda halnya dengan perhiasan. Perhiasan hanya terlihat indah dan menarik karena hanya melewati satu proses yakni kreativitas pengrajin. GENERASI EMAS yang saya maksud adalah generasi yang sedang studi, generasi yang sedang berjuang, sedang berproses menuju masa depan yang cerah. Kepada kalian saya ingatkan: teruslah berjuang, belajar terus menerus dan HARUS BANYAK MEMBACA, jangan sia-siakan dukungan orang tua “nuk dempul wuku tela toni”. Yang paling penting lagi adalah jaga kepercayaan. Tidak semua anak bisa disekolahkan seperti anda, oleh sebab itu jagalah dan peliharalah kepercayaan itu. Selamat berjuang para Generasi emas, Tuhan memberkati.
Kiranya itulah inti surat kasih yang saya buat. Mengapa dikatakan surat kasih? Dikatakan kasih karena segala sesuatu yang kita peroleh segala apa yang kita miliki bersumber pada kasih Tuhan sendiri. Mari berbagi kasih. Kasih itu sederhana, tidak butuh imbalan.
Selamat membaca para generasi baru Mbohang semoga bermanfaat. Tuhan memberkati

Mbay Agustus 2017
Salam dan doaku
Br. Libert, CSA

Foto-foto lain situasi kekinian beo Mbohang
Foto 1:
Tampak sawah bea lanar dari Villa Mbohang


Foto 2:
Kebun jahe di Lingko Golowua

Foto 3:
Paroki Rejeng/Ketang tampak dari Golo Maria, 
Jalan menuju Mbohang


Foto 4:
Rm. Eman Haru, Pr saat Komuni pertama 
di Stasi Mbohang thn 2016


foto 5:
Nampak kedua anak kecil bergembira
foto depan kapela Mbohang oleh Br. Libert thn 2016


Foto 6:
salah satu sudut beo Mbohang
Tampak Ibu Vita sedang mengendarai motor kesayangannya


Foto 7:
Kapela Stasi Mbohang
Tempat pesemaian Iman dan panggilan orang Mbohang


Foto 8:
Dalam satu acara pesta sekolah tahun 2016
Tampak barisan paling depan: 
Bapak Gabriel, kae Adri Galus, kae Kani Nudin, kae Sales Palis


Foto 9:
Depan Rumah adat suku Karot thn 2016
sesaat setelah misa syukur panen









Sabtu, 19 Agustus 2017

CINTA & PERHATIAN SEORANG IBU

Renungan singkat Minggu biasa ke-20
Minggu 20 Agustus 2017

Bacaan Injil : Mateus 15:21-28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh

Renungan…
PERHATIAN DAN CINTA SEORANG IBU
MENDATANG SUKACITA

Umat beriman yang mencintai dan dicintai Tuhan…
Sebelum saya melanjutkan renungan ini. sejenak saya mengajak bapak/ibu adik-adik sekalian untuk menghadirkan sosok ibu kita saat ini. Hadirkan dia, pandanglah dia, tatap dia penuh cinta. Karena bagaimana pun juga kita dibesarkan, dewasa seperti ini justru karena perhatian dan cinta dari seorang Ibu. Hal yang dilakukan seorang Ibu, seorang perempuan Samaria hari ini menggambarkan akan kepercayaan, akan imannya pada Yesus. Dia tak henti-hentinya memohon agar Yesus menyembuhkan anak perempuannya yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita. Perjuangan dan usaha seorang ibu bukan utk siapa-siapa, dia melakukan hanya demi anaknya. Meskipun dalam perjumpaannya dengan Yesus sempat ditolak oleh para murid-Nya. Satu hal yang pasti bahwa Iman seorang Ibu itu sungguh luar biasa.

Bagaimana dengan umat sekalian? Apa yang pernah dibuat atau dilakukan oleh seorang ibu untuk Anda?
Cinta, perhatian, kasih sayang mendatangkan sukacita dan damai.
Pada bacaan pertama, Yesaya dengan jelas mengatakan bahwa barangsiapa yang melayani Tuhan, memelihara hari sabat dan tidak menajiskannya serta berpegang pada perjanjiannya pasti mengalami SUKACITA.
Mengapa Yesus dengan segera melayani ibu tua itu, jawabannya jelas. Karena ibu ini menyadari bahwa sebagai pengikut kristus dia harus dekat dengan-Nya, mampu memelihara hari sabat (ke gereja setiap minggu, bukan dipakai utk ke kebun), ibu ini juga selalu berpegang pada perjanjian-Nya. Apa janji itu? Ya KESELAMATAN. Perhatikan sukacita yang dialami. Bukan hanya dialami dan dirasakan seorang ibu, namun si anak perempuan itu tentu mengalami sukacita yang besar. Bukan hanya terjadi pada si anak, namun juga bagi Yesus sendiri. DIA mengalami sukacita karena bisa menyembuhkan orang dari kerasukan yang dialami. Perasaan sukacita selalu menjadi pengalaman iman seumur hidup. Pertanyaan untuk kita saat ini: sudah kah saya melakukan seperti yang dilakukan Yesus atau pernah kah saya membuat orang lain merasa bahagia? Jangan-jangan selama ini cenderung merusak kehidupan orang lain, jangan-jangan selama ini suka iri, cemburu terhadap keberhasilan orang lain, bahkan menggunakan kekuatan ilah-ilah lain/ kekuatan setan, ilmu hitam untuk mematika usaha dan kehidupan sesamanya. Jika ini yang terjadi maka sia-sialah iman kita pada Yesus.

Perhatikan kata-kata Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Kita semua, saya dan Anda adalah domba-domba yang hilang. Hilang dari ingatan, hilang dari apa yang pernah diajarkan Yesus, hilang dari perbuatan yang baik, cenderung ke yang kurang baik.

Saudara/I sekalian yang dikasihi Tuhan…
Hari ini Yesus datang menemukan kembali domba-domba itu. Jika selama ini kita kurang menghargai sesama saatnya kita saling menghargai. Jika hari selama ini kita kurang mencinta dan memperhatikan sesama kita, saatnya kita sebarkan virus perhatian dan cinta. Jika selama ini kita sering menyakiti hati sesama, pernah iri hati, cemburu dengan sesame kita, saatnya kita mengubah diri, saatnya kita memperbaiki diri. Sifat kecemburuan, iri hati, menyakiti sesame bukanlah pribadi yang dibentuk oleh Yesus dan ajaran-Nya. Namun dibentuk oleh roh jahat yang selalu menghantui pikiran, perasaan dan perbuatan kita.

Sabda Tuhan hari ini seungguh menggerakkan hari dan budi agar mengubah cara hidup lama menjadi hidup baru yang penuh cinta dan perhatian sehingga mendatangkan sukacita. Belajarlah dari seorang ibu yang dengan caranya masing-masing mampu menularkan kebaikan, mampu menularkan cita, perhatian sehingga sukacita dan damai dialami dan dirasakan oleh siapapun.

Begitulah cara Yesus menebarkan kasih dan cinta-Nya. Sederhana namun sungguh mengena. Amin

Mbay, 20 agustus 2017

Stasi Dhawe paroki Danga, Mbay
Libertcsa

Ket Foto:
Perjalanan menuju stasi Dhawe, Nagekeo




Jumat, 11 Agustus 2017

Tombo Lucu data Mbohang

BEO MBOHANG TERCINTA DENGAN KISAH-KISAH INDAHNYA DI MASA LALU
“ Sebongkah kisah hanya ada dan terngiang di sanubari seseorang, jika dia tahu apa artinya sejarah dan untuk apa sejarah dibuat, sebuah kisah menjadi indah dan menarik jika dipoles dengan cinta dan perhatian yang besar, cinta itu ada dan nyata jika kita saling menhargai dan  mengormati”
Saudari dan Saudaraku... Tentu ada kebanggaan yang tak terkira ketika Mbohang memiliki generasi baru. Generasi baru itu saya lambangkan dengan tunas untuk menggambarkan kebaruan dan gairah pertumbuhan kita. Itu mengimplisitkan juga optimisme bahwa kita akan menjadi generasi yang akan bertumbuh menjadi generasi yang kuat dan berbuah, dan akan diikuti pula oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak-jejak kita, bahkan mereka itu akan melampaui keunggulan generasi kita. Bayangkan saja dari pedalaman kampung Mbohang kita ada Kakak Ansi yang sudah menyandang gelar doktor dalam bidang akademik; ada Rm. Eman yang sudah bergelar master, dan sudah ada beberapa di antara kita yang bergelar sarjana, dll.. Melihat kekhasan kita itu dibandingkan dengan orang tua kita, kiranya tepat kalau dikatakan bahwa kita adalah generasi baru.
Tentu saja kita semua setuju bahwa sebagai generasi baru kita mempunyai pengalaman hidup tersendiri; mempunyai paradigma berpikir tersendiri sesuai dengan bidang pengetahuan kita dan lingkungan akademik dan kultural di mana kita berada. Itu semua adalah kekayaan yang kiranya dapat dibagikan terhadap satu sama lain. Saya juga yakin bahwa kita semua punya idealisme untuk kebaikan dan kemajuan kampung halaman kita. Saya juga sangat yakin bahwa sebagai pribadi-pribadi yang memiliki otoritas pengetahuan, kita diharapkan oleh Ende-Ema dan Ase-Kae di kampung untuk memberikan sumbangan menurut cara khas kita. Mari, Saudari dan Saudaraku...kita sehati dan sejiwa saling berbagi dalam group ini.
Dengan kasih sayang Allah,
Godefridus Palus
Melihat dan menyadari bahwa group kita ini penting untuk kita kembangkan bersama, maka saya punya inisiatif untuk mengumpulkan semua cerita-cerita lucu maupun kisah-kisah indah waktu sekolah di SDI Mbohang atau pengalaman-pengalaman lain semasa kita kecil, bersekolah hingga kita menjadi orang yang punya harapan masa depan bagi perkembangan Mbohang. Tujuan dari terkumpulnya cerita-cerita tersebut adalah agar kita semakin mengenali diri kita dan sesama dalam ranah sejarah. Seperti sering diungkapkan “ Jasmerah” (jangan lupa sejarah), karena dengan sejarah kita semakin mencintai diri kita dan tempat dimana kita dilahirkan dan dibesarkan. Satu hal yang menjadi kebanggaan bahwa orang tua kita di kampong Mbohang sudah mempunyai kesadaran yang tinggi akan pendidikan, sehingga sampai saat ini banyak anak-anak dan adik-adik kita yang terus menerus menggali potensi mereka dengan bersekolah. Ada yang tingkat SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Harapannya agar dengan berpengetahuan luas beo Mbohang semakin jaya dan menjadi kampung pendidikan, kampung yang menjadi inspirasi bagi yang lain. Hanya kepada mereka yang berpendidikan yang tahu akan indahnya masa depan, tahu akan menghargai dan menghormati orang lain tanpa ada perbedaan suku dan ras tertentu.
Bagi saya beo Mbohang adalah tempat bersemainya panggilan hidup. Entah panggilan menjadi Romo, bruder, Suster, berkeluarga, Guru, bidan, dll. Semuanya menunjukan bahwa masa depan Mbohang akan menjadi beo yang senantiasa penuh Persaudaraan Kasih dan Damai (PKD). Maka dari itu, tidak ada salahnya jika group “Generasi Mbohang masa depan” dibuat oleh tangan kasih saudara kita Godefridus Palus.
Marilah secara bersama-sama, bahu membahu membagikan apa yang kita punya. Membagi cerita indah di masa lalu maupun kisah-kisah lain yang dapat menginspirasi kita untuk semakin mengembangkan diri dan masa depan kampung kita, kelak suatu saat kita akan menjadi pribadi yang cerdas dan humanis, semakin dicintai dan dihargai sesama serta menjadi pribadi yang tahu dan menyadari akan perkembangan zaman. Zaman terus berubah, maka pola pikir kita juga harus berubah, kita harus melawan arus bukan mengikuti arus, sehingga kita menjadi semakin tangguh dan matang dalam menjawabi tantangan zaman. Good luck.
Salam Kasih dan Damai
(Br. Libert, CSA)
Beberapa cerita dan kisah berikut ini akan menjadi cerminan bagi kita akan cinta dan perhatian kita akan sejarah masa lalu. Masa lalu adalah sebuah kenangan yang membangkitkan semangat di masa sekarang, dan masa sekarang akan menjadi gambaran suatu tujuan akan masa depan. Masa depan ada dihadapan kita, maka kita dituntut untuk semakin kreatif dan selalu belajar dari pengalaman. Selamat membaca.
Danong du sekolah wa Tonggur ami, one reha salang, raha hi Nadus Santus agu hi Ito Gabut. Toe'p ngance koleng li kraeng Ito'g ta sehingga retang sambil ngga'ut. Bo ende de hau do kin anak one tukan. Ha..a..a.. (Pak Feliks Arjo)
Manga denge tombo laku dan sangat unik.tombo du jaman masih tdk enak.
kalau ga salah dari kae Br.
Libert Jehadit dulu ada seorng di sini waktu masih kecil senang sekali pecu di jerigen ata gogong, poli hitu liha ga jera ata isukn,,hahaha...nggo taen damang isuk gogong ho lemeu wangi........kalai gas beracun taung bonen..ceing pe hitu e br. Libert ????hahahaa (Adrianus Suryanto)
eme tenang agu idep laku danong cang duhu bersenang pertama jera ngo kwe haju,rame kawe wua ndusuk,agu akasia...(Nimus pangkur)
''Ongga le momang, bobol kudut molor"...Itulah sebuah ungkapan sederhana yg pernah diutarakan oleh para pendidik ketika sy msh duduk di bangku SD Mbohang 10 thn yg lalu.....Ungkapan itu memang sedrhana tetapi mengandung sebuah nilai dan makna yg sangat dalam utk pribadi saya...Kata-kata itulah yg bisa membentuk karakter dan otak sy tuk menjdi mc yg bsa menjadi panutan keluarga dan dan org lain...Trma ksh guruku.......Tabe mane ase/ka'e dan tmn2 seperjuangan generasi baru Mbohang...mai ga hang cama2 teko c mbru d kraeng Laus.. (Ronaldus Sanusi)
Aku danong kuat tapa rengka agu kawe cewo peti. teman daku danong ise Andi, kesa Rinus Jani, kae Nimus Banggar, Simus Ndagung, Polus pagang, dan masih banyak yang lain...Kole kawe rengka agu cewo peti ga maeng ndekar.....masa kecil yang menyenangkan.....hahhahahaha (Libert Jehadit)
Du rame pande oto kalo danong eta Mbohang, aku agu bp Deus du pika haju, tako paku wa toko Irian Cancar. Caran ga, manga radio rusak diha ema, emi lami magnet pongo le lawe benang bola di ende. Ata sial ge ite, bete lawe ho'og ta mendo bail paku. (Pak Feliks Arjo)
bagian dalam SDI Mbohang. kursi tempat saya duduk ini adalah temapt duduknya "TI" saya lupa nama lengkapnya, tapi nama panggilannya TI, wetanya Ferry. anaknya tinggi dan cantik waktu itu:) dia sangat pintar terutama matematika. tempat duduk saya paling belakang bersama twin brothers, Nadus dan Rafael dan bagian kiri tengah tempat dudknya Sales Pali. pada tgl 17/5/2009 saya duduk cukup lama dan mencoba flash back apa yang saya alami dan saya dapatkan selama 6 tahun disekolah ini, saya pergi kesetiap sudut dan setiap kelas mulai saya kelas 1 sampai saya kela 6. saya merasa seperti saya kembali menjadi Yuvens kecil pada waktu itu, yang polos lugu dan suka usil berlari kesana kemari..pada waktu itu saya berhasil membawa diri saya pada belasan tahun lalu..sungguh sangat indah masa2 itu...:) — di Mbohang. (Yuvens Darung)
Sayangnya di group ini hampir tidak ada yg satu leting dg saya. Kalo ada seru, biar kisah pengalaman menarik waktu sekolah di Tonggur dulu saling melengkapi. Satu yg masih membekas, hembur ikang one bak dise Kraeng pencetus group hoo, sale Golod de Emas Mus, sale mai kapela, ha..a...Kami dikejar sang empunya bak ikan sampai di Watu Bakok...(Rm. Eman Haru, Pr)
SD, dulu aku prNah keNa tamPar daRi gUru gabRiel paku, gaRa2 tdk tau caKar maTematika,sya prNah kena ngomEl darI pak jeMi gaRa2 tDk mau Ikut laRi estaFet,ibu maRia juita, prNah maRah sya gaRa2 tdk tau baca, dn skrAng sya sDh bIsa cKar mtmAtika,bIsa oLahraga,n bisa meBacaa...trMakSihh bWt paRa pnJasa....(Enu Beatrix Virgo)
Jaman kami dulu pada masa liburan sekolah, kami pergi menjual kayu api ke Cancar. Saya masih ingat dengan baik harga kayu saya dulu Rp.100. Bangga Pak...punya uang sendiri walau hanya Rp.100. Uang itu saya belanjakan Rp.25 beli pisang goreng, Rp.50 beli vicin, Rp.25 beli buku tulis. Habis sudah ga hahah....(Godefridus Palus)
nuk kole du kelas 1..les di Ibu Meri Juita.pas les manga ata pecu antara ami one ca ruangan,,rei li Ibu g. Ibu : cei ata pecu antara meu ho...... tapi antara ami toe manga ata jujur,,,,,emi po emi gogong tutak gici ca one sai dami...hahahaha...... ew gogong patam hau...itu semua demi kebaikan anak2... (Lian Sutento)
Du wulang dureng agu wulang advokat. Angkatan dami du hitu kelas satu kin. Toe di do ata bae tulis huruf-huruf, apalagi baca. Kraeng Maksimus Ndagung lelot do bail hang advokat. Wau ite....wau tuung kat one kelas. Am kome wau pecu kaut ai gelang moran. Wau borek lelot lita ga berjam-jam.  Ibu Mari: "Ceing ata tai one deko, meu?" (Toe manga ata walen. Lik ca kelas. Rantang.) Emi-emi kaut haju akasia le Ibu hoo, mbeb ca ca....hahahha....(Godefridus Palus)
Mbohang,,tempat dmna kami bisa belajar dari yang tidak tau menjadi tau,,,,,masa2 SD yg sangat tidak trlupakan,,apalgi hi guru Jemi danong kuat cera hang ngurus eme toe bae melaju,,,,mmm lucu,,(Natalia Tea)
Saya punya kisah tak terlupakan saat pertama kali tiba di Malang (Jawa Timur) pada Juni 2005. Setelah minum dan mandi di rumah keluarga, teman saya dari Rekas dan saya pergi ke Mall di pusat kota Malang. Baru melewati tangga masuk terakhir, tangan kami ditarik dua orang laki-laki. Laki-laki: "Mari Mas...mari Mas...snow ini dapat memutihkan kulit, Mas."
Saya: "Tidak perlu, Mas...Tidak perlu...", sambil menarik tangan dari pegangan mereka.
Laki-laki: Mereka terus menggosok snow itu di tangan saya. "Snow ini cocok untuk kulit orang Ambon, Papua, Flores, Mas. Dijamin bisa membuat putih." Saya :"Cuka minyak... saya tidak perlu snow-mu, Mas. Dengan kulit begini, kami tetap tampan, Mas..."             (Godefridus Paluss)
senang sekali bisa bergabung dengan munculnya forum komunikasi ini. semoga menjadi sarana yang bermanfaat bagi yang bergabung dan juga untuk kemajuan Werong - Mbohang kedepannya dari segi seumber daya manusia dan pengelolaan sumber daya alam serta pemeliharaanya dan yang paling penting adalah RUMAH TUHAN. (Yuvens darung)
Pernah hi Ten bete dekon du rombo tuke pau wa Sandur...nanang ngo anak koe inewai kudu tuke pau hitu, ciek hia eta mai pu'u pau, rantang ita le anak koe inewai. wa'u eta mai lobo pau demeng dekon ata neho rok, mai hia jahit pake wase pandang (Rm. Eman Haru, Pr)
Manga kole dami tuang.du generasi damai ga,,sudah jaman enak sedikit. ai dari pada dite jaman masih sgt tidak enak..tepeng lili ko one cera..akhir ga ceka cala le ceras taung bate na'a nai..wkwkwkw...retang koe toe pake deko..hehehehe (Adrianus Suryanto)
Kali ini raha antara hi enu Mina Jemumut agu hi Man Jaru. Raha du kole sekolah wa watu bakok. Baju pake di enu Mina ho'o baju jorjet (kain baju so emong keta longkot one pinggir). Pas du weda li Man hi Mina, wai diha ga pas keta do'ong ne comong baju di Mina. Sorok damang baju hot da'ong wa'i di Man li Mina ngger sili kebe. Mai tae di Man ga , campe ta, campe ta. Ha...a..a (Pak Feliks Arjo)
Ase ka'e ca kole tombo daku. Biasa danong eme leso minggu jatah ngo pika haju awo Cancar. Haju situ kudu pika ga olo suing kong geal eme ba. Leso Sabtu du hitu rewung tengkum tadu beo Mbohang, tambang kole usang rewe re sehingga cebo toko. Du hitu mbaru de kraeng Ito Gabut beta mai mbaru dami. Tiba2 mane hitu hi Ito ho'o to'o ket toko langsung pongo haju terus lako. Cai sili ruis mbaru dami mai hia benta bp Quin. Oe.. Ketu, tad ge. Mai tae daku ga ngo nia be Gabut. Mai walen ga, cob ngo wa Cancar g'ta. Oe Gabut mane mek tana ho'o e (tae daku). Ole kirang nggitun ko. Ba kole eta haju'n ge. He..e..e. Ase ka'en ho de da'at beo bora rewung e. (Feliks  Arjo)
Ca Ge Tuang Sua(tuang Guru agu Tuang Rm, ca wie nene ended JO goreng ikang, mungtung ikang ali kete minyak bone cewe bone, gonggar api haeng keta leba eta..ciek...data tua ende samapai denge taung lel lawa ca beo, Lucun ga buka kaut para de Emad ALO,,,ciek hitu lauuuuuuuuuunnnnnnn neeee...poti...tae diha ga manga poti, kali dapur kudut muntung..ba bampang data iwon,,,data iwon ga..ba lewing mese agu wae..du koe kig ami du hitu danong, toe di bae koso isung...) (Adrianus  Suryanto)
Nuk kole du koe danong
Tipa kongko plus ikang one lime ca labar one natas, Tombo kole; dami ta hang ikang. dmeu hang apa??? wale kole de tman ca ga; dami ta hang giling. "Hidup terasa sgt berlimpah ketika mensyukuri segala yg ada. Meski cuma ikang plus kongko, di mkn dgn rasa sukur rsanya enaakkk'" (Auryanto)
tipa kngko plus ikang teri, lako one ntas mse smbl bnta hae labar kudut bntng ngo deko njieng agu bang rengka,,,,,,hehehe,,,ca lso aq ngo ngandek lau ndingar musi mai dpur de emad wikus lelo njieng, toe haeng njieng ga, haeng kole aq one dngka ndingar (Fansi Harun)
Sekedar pelepas lelah setelah kuliah sampai malam. Sy punya satu kisah. Dulu wkt sekolah di Tonggur kami biasanya suka makan tebu. Dengan berbagai cara kami berusaha sedapat mungkin spy mendapatkan tebu, dengan mencuri sekalipun. Satu ketika kami sepakat untuk beli tebu milik kraeng Pet Ampo di Karot. Wkt itu sebatang tebu harganya rp 25. Saya kurang ingat, entah siapa yg punya uang wkt itu. Tetapi yg sy ingat baik, jumlahnya hanya rp 100. Itu artinya kami hanya bisa dpt 4 btg tebu sementara kami byk orang. Dengan penuh percaya diri kami mendatangi rumah sang pemilik tebu. Kraeng Pet mempercayai anaknya Adol untuk menunjuk lokasi di mana transaksi berlangsung. Di luar dugaan Adol, bgt tiba di lokasi, tanpa tedeng aling kami langsung "serbu". Masing-masing "dempok" seturut kebutuhannya. Adol tidak bisa berbuat banyak karena ia dikekang oleh Kraeng Linus Abun. Tangannya dipegang dan mulutnya ditutup spy teriakannya tidak didengar bapanya. Dengan langkah seribu kami lari meninggalkan lokasi,menyusur hutan Ronggem, jalur yg biasa kami lalui kalau pulang sekolah. Bgt dipastikan kami sudah agak jauh dari lokasi, barulah kraeng Linus melepaskan Adol dari genggamannya dan dia juga lari menyusul kami yg lain. Adol hanya menangis tersedu-sedu, meratapi tebu2nya yg sudah ludes.
Saya pernah dengan cerita, apakah benar atau tidak. Suatu ketika kesa Belasius (emad Teo), ditanya oleh ibu guru di kelas (Ibu Mina), Bela, pisad wa’I jarang? Dengan penuh percaya diri kesa Bela menjawab: alod ow bu……haaaaa……(Br. Libert, CSA)
Manga ca kole pengalaman dami du sekolah wa Tonggur danong. Ca kebiasaan dami, eme ngo sekolah gejur ta'ang wase/ serente kudu ngance haeng kode, kula, rutung ko betu. Aku kole gejur keta pande ne nggitu wiga do haengd. Du selama sekolah wa Tonggur toe ngance bilangd pisad ata poli haeng le serente ata ta'ang daku. Eme hena le gula, biasan ceha kaka hitut haeng eta lobo haju du kole sekolah po mi. Maik eme manga haeng biasan toe manga tenang ikut pelajaran lau sekolah ai nuk kin kaka hitu, rantang tako lata ko hang le kaka bana. Ca leso ge...haeng kula le serente ata ta'ang di Ka'e Linus. Pas kole sekolah ga bantang kudu tapa kula hitu. sepakat tapa wa liang di Emad Rosa (wa Sepok). du hitu usang. pas usang pe'ang ili one liang ami agu tapa kula hitu. pas du mame gi rumbu hot nggo'o neka. manga ata dapat tilun, manga ata dapat wai'n, manga ata dapat tukan, manga ata dapat wukun kanang manga kole ata loken. Ata dapat ikon du hitu hi ka'e Man Jaru. co'o ko co'o du hitu ga, olek demeng mongkon li nana iko kula hitu. copeln ga, do'ong one bokak iko kula ho'o. rudag ngot hi Man le deleng iko kula hitu. kudu ngance pe'ang kolen one taung "mbeko". Di'an manga ket ide kudu pande roa kole, pande luek hi Man wiga roay. og de mbetar kole pe'ang iko kula kula ho do'ong one bokakn. Maig tae data iwon, hitu de gunan longkir e kesa...ha...a....(Rm. Eman, Pr)


Ole hoos nuk tombo danonge. Aku donong sekolah ita Tonnggur mai lemai Mbohang tadang e aeh, kole sekolah ga darum toka koe sai sale geng hio ga kawe jempo ata rona agu enewai rombo . Olo enwai one jembu mese tuke beetai hia pua jembu soo agu ise enu etamai karot Ise mia sio , mai nana Hendik hoos jembu doo ngoo aku itan de lobo jembo hia enu mia ole asa pauta enu aeh riket daku taen de delek daku ga doo jembu ngaen keng lelo jembu enu mia dereng jemponya . . Poli hitu becur tuka kole poli hitu ga ise enu Mia kole sala beo korot ami gah trs kole lebohang . Loer di Laus gah bo hi Rikus se ngain dpt jembo dapat kold jembu di Mia mai nitu main ga loer keta terus aku agu hi enu Mia lise. Fedelis. Lise Paulus. Dll  (Hendrik….)





Rabu, 09 Agustus 2017

Surat Kasih

Sepucuk surat untuk ema momang, ema Nabas…

Kepergianmu menyayat hati. Tak ada lagi canda, gurau tentangmu yang ada hanyalah sedih, duka yang mendalam. Engkau pergi tak ada tanda apapun. Apakah engkau marah denganku karena tak jadi memberi gambar kudus? Tanpa memberi gambar kudus saya yakini bahwa engkau sendiri kudus adanya. Kepergianmu hari ini minggu 6 Agustus 2017 tentu kepergian pribadi yang kudus, suci dan luar biasa.
Ema nabas ema momang dami, engkau hebat, ema yang luar biasa. Ema tahu bahwa hari kepergianmu adalah hari dimana Yesus menampakan diri dalam kemulian-Nya.  Kegembiraan ketiga murid Yesus; Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah kegembiraanmu juga karena ema Nabas telah melihat langsung sinar cahaya sejati yang datang dari Bapa.
Sehari setelah engkau dipanggil, senin 7 agustus 2017 tatkala melihat foto-fotomu saat masih hidup maupun saat engkau “dilutur”, hati ini seperti tersayat sembilu, sungguh sedih rasanya, merasa bersalah, kecewa, makanpun tak selera. Apakah ema Nabas marah? Saya merasa tidak karena saya tahu ema Nabas itu seperti apa. Ema Nabas tak mengenal marah, yang ada hanyalah kegembiraan, lucu dan pendoa. Terakhir aku menjengukmu satu bulan yang lalu, ternyata perjumpaan itu adalah untuk terakhir kalinya. Kuasa Tuhan tidak mungkin ditolak, DIA lebih mencintaimu ema momang, Tuhan akan menjadikanmu sebagai pendoa bagi kami semua, bagi anak-anak, cucu, cicit….dan tentunya bagi beo Mbohang yang selalu kompak dan saling mendukung.
Ema Nabas ema momang dami, mengiringi perjalananmu menuju rumah Bapa, kutulis puisi ini untukmu:

Tak ada keraguan
Tak mungkin diragukan
Semua adalah pasti
Kepastian itu adalah hidup di akhirat

Sedih, pilu, kecewa tak tertahankan
Ditinggalkan oleh sang ayah adalah kepastian
Kuasa-Nya tak mungkin dibendung apalagi ditolak
Manusia boleh merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan

Melihatmu saat di lutur ini adalah kerinduan
Aku rindu aku ingin melihatmu saat itu
Namun itu tak mungkin dan ema Nabas tahu itu
Aku bukannya sengaja aku sungguh dilema

Selamat jalan ema ge
Mohon maaf bila selama ini saya telah menyakitimu
Jangan kamu minta lagi gambar Kudus itu
Karena ema Nabas sudah melihat langsung para kudus di Sorga
Selamat menikmati kebahagiaan bersama para kudus di Sorga

Salam dan doaku
Br. Libert, CSA