Stasi Dhawe paroki Danga
Sabtu, 26 Agustus 2017
KEPERCAYAAN & TANGGUNG JAWAB
Stasi Dhawe paroki Danga
Rabu, 23 Agustus 2017
SURAT KASIH UNTUK GENERASI BARU MBOHANG
Generasi baru Mbohang
Ketiga : GENERASI EMAS. Mengapa
Generasi emas dan siapakah generasi emas itu? Seorang pendidik pernah
mengatakan demikian:“ proses pendidikan
itu ibarat pengolahan sampah menjadi emas”. Butuh proses, butuh usaha,
butuh ketelitian, ulet dan bertanggung jawab. Emas itu baru dikatakan emas jika
dia mampu melewati proses itu. Beda halnya dengan perhiasan. Perhiasan hanya
terlihat indah dan menarik karena hanya melewati satu proses yakni kreativitas
pengrajin. GENERASI EMAS yang saya maksud adalah generasi yang sedang studi,
generasi yang sedang berjuang, sedang berproses menuju masa depan yang cerah.
Kepada kalian saya ingatkan: teruslah berjuang, belajar terus menerus dan HARUS
BANYAK MEMBACA, jangan sia-siakan dukungan orang tua “nuk dempul wuku tela toni”. Yang paling penting lagi adalah jaga kepercayaan. Tidak semua anak bisa
disekolahkan seperti anda, oleh sebab itu jagalah dan peliharalah kepercayaan
itu. Selamat berjuang para Generasi emas, Tuhan memberkati.Sabtu, 19 Agustus 2017
CINTA & PERHATIAN SEORANG IBU
Jumat, 11 Agustus 2017
Tombo Lucu data Mbohang
BEO MBOHANG TERCINTA DENGAN
KISAH-KISAH INDAHNYA DI MASA LALU
“ Sebongkah kisah hanya ada dan terngiang di sanubari seseorang, jika dia
tahu apa artinya sejarah dan untuk apa sejarah dibuat, sebuah kisah menjadi
indah dan menarik jika dipoles dengan cinta dan perhatian yang besar, cinta itu
ada dan nyata jika kita saling menhargai dan
mengormati”
Saudari dan Saudaraku... Tentu ada kebanggaan
yang tak terkira ketika Mbohang memiliki generasi baru. Generasi baru itu saya
lambangkan dengan tunas untuk menggambarkan kebaruan dan gairah pertumbuhan
kita. Itu mengimplisitkan juga optimisme bahwa kita akan menjadi generasi yang
akan bertumbuh menjadi generasi yang kuat dan berbuah, dan akan diikuti pula
oleh generasi berikutnya yang mengikuti jejak-jejak kita, bahkan mereka itu
akan melampaui keunggulan generasi kita. Bayangkan saja dari pedalaman kampung
Mbohang kita ada Kakak Ansi yang sudah menyandang gelar doktor dalam bidang
akademik; ada Rm. Eman yang sudah bergelar master, dan sudah ada beberapa di
antara kita yang bergelar sarjana, dll.. Melihat kekhasan kita itu dibandingkan
dengan orang tua kita, kiranya tepat kalau dikatakan bahwa kita adalah generasi baru.
Tentu saja kita semua setuju
bahwa sebagai generasi baru kita mempunyai pengalaman hidup tersendiri;
mempunyai paradigma berpikir tersendiri sesuai dengan bidang pengetahuan kita
dan lingkungan akademik dan kultural di mana kita berada. Itu semua adalah
kekayaan yang kiranya dapat dibagikan terhadap satu sama lain. Saya juga yakin
bahwa kita semua punya idealisme untuk kebaikan dan kemajuan kampung halaman
kita. Saya juga sangat yakin bahwa sebagai pribadi-pribadi yang memiliki
otoritas pengetahuan, kita diharapkan oleh Ende-Ema dan Ase-Kae di kampung
untuk memberikan sumbangan menurut cara khas kita. Mari, Saudari dan
Saudaraku...kita sehati dan sejiwa saling berbagi dalam group ini.
Dengan kasih sayang Allah,
Godefridus Palus
Manga denge tombo laku dan sangat unik.tombo du jaman masih tdk enak.
kalau ga salah dari kae Br. Libert Jehadit dulu ada
seorng di sini waktu masih kecil senang sekali pecu di jerigen ata gogong, poli
hitu liha ga jera ata isukn,,hahaha...nggo taen damang isuk gogong ho lemeu
wangi........kalai gas beracun taung bonen..ceing pe hitu e br. Libert
????hahahaa (Adrianus Suryanto)
eme tenang agu idep laku danong cang duhu bersenang pertama jera ngo kwe
haju,rame kawe wua ndusuk,agu akasia...(Nimus pangkur)
''Ongga le momang, bobol kudut molor"...Itulah sebuah ungkapan
sederhana yg pernah diutarakan oleh para pendidik ketika sy msh duduk di bangku
SD Mbohang 10 thn yg lalu.....Ungkapan itu memang sedrhana tetapi mengandung
sebuah nilai dan makna yg sangat dalam utk pribadi saya...Kata-kata itulah yg
bisa membentuk karakter dan otak sy tuk menjdi mc yg bsa menjadi panutan
keluarga dan dan org lain...Trma ksh guruku.......Tabe mane ase/ka'e dan tmn2
seperjuangan generasi baru Mbohang...mai ga hang cama2 teko c mbru d kraeng
Laus.. (Ronaldus Sanusi)
Aku danong kuat tapa rengka agu kawe cewo peti. teman daku danong ise
Andi, kesa Rinus Jani, kae Nimus Banggar, Simus Ndagung, Polus pagang, dan
masih banyak yang lain...Kole kawe rengka agu cewo peti ga maeng
ndekar.....masa kecil yang menyenangkan.....hahhahahaha (Libert Jehadit)
Du rame pande oto kalo danong eta Mbohang, aku agu bp Deus du pika haju,
tako paku wa toko Irian Cancar. Caran ga, manga radio rusak diha ema, emi lami
magnet pongo le lawe benang bola di ende. Ata sial ge ite, bete lawe ho'og ta
mendo bail paku. (Pak Feliks Arjo)
bagian dalam SDI Mbohang. kursi tempat saya duduk ini adalah temapt
duduknya "TI" saya lupa nama lengkapnya, tapi nama panggilannya TI,
wetanya Ferry. anaknya tinggi dan cantik waktu itu:) dia sangat pintar terutama
matematika. tempat duduk saya paling belakang bersama twin brothers, Nadus dan
Rafael dan bagian kiri tengah tempat dudknya Sales Pali. pada tgl 17/5/2009
saya duduk cukup lama dan mencoba flash back apa yang saya alami dan saya
dapatkan selama 6 tahun disekolah ini, saya pergi kesetiap sudut dan setiap
kelas mulai saya kelas 1 sampai saya kela 6. saya merasa seperti saya kembali
menjadi Yuvens kecil pada waktu itu, yang polos lugu dan suka usil berlari
kesana kemari..pada waktu itu saya berhasil membawa diri saya pada belasan
tahun lalu..sungguh sangat indah masa2 itu...:) — di Mbohang. (Yuvens Darung)
Sayangnya di group ini hampir tidak ada yg satu leting dg saya. Kalo ada
seru, biar kisah pengalaman menarik waktu sekolah di Tonggur dulu saling
melengkapi. Satu yg masih membekas, hembur ikang one bak dise Kraeng pencetus
group hoo, sale Golod de Emas Mus, sale mai kapela, ha..a...Kami dikejar sang
empunya bak ikan sampai di Watu Bakok...(Rm. Eman Haru, Pr)
SD, dulu aku prNah keNa tamPar daRi gUru gabRiel paku, gaRa2 tdk tau
caKar maTematika,sya prNah kena ngomEl darI pak jeMi gaRa2 tDk mau Ikut laRi
estaFet,ibu maRia juita, prNah maRah sya gaRa2 tdk tau baca, dn skrAng sya sDh
bIsa cKar mtmAtika,bIsa oLahraga,n bisa meBacaa...trMakSihh bWt paRa pnJasa....(Enu
Beatrix Virgo)
Jaman kami dulu pada masa liburan sekolah, kami pergi menjual kayu api ke
Cancar. Saya masih ingat dengan baik harga kayu saya dulu Rp.100. Bangga
Pak...punya uang sendiri walau hanya Rp.100. Uang itu saya belanjakan Rp.25
beli pisang goreng, Rp.50 beli vicin, Rp.25 beli buku tulis. Habis sudah ga
hahah....(Godefridus Palus)
nuk kole du kelas 1..les di Ibu Meri Juita.pas les manga ata pecu antara
ami one ca ruangan,,rei li Ibu g. Ibu : cei ata pecu antara meu ho...... tapi
antara ami toe manga ata jujur,,,,,emi po emi gogong tutak gici ca one sai
dami...hahahaha...... ew gogong patam hau...itu semua demi kebaikan anak2...
(Lian Sutento)
Du wulang dureng agu wulang advokat. Angkatan dami du hitu kelas satu
kin. Toe di do ata bae tulis huruf-huruf, apalagi baca. Kraeng Maksimus Ndagung
lelot do bail hang advokat. Wau ite....wau tuung kat one kelas. Am kome wau
pecu kaut ai gelang moran. Wau borek lelot lita ga berjam-jam. Ibu Mari: "Ceing ata tai one deko,
meu?" (Toe manga ata walen. Lik ca kelas. Rantang.) Emi-emi kaut haju
akasia le Ibu hoo, mbeb ca ca....hahahha....(Godefridus Palus)
Mbohang,,tempat dmna kami bisa belajar dari yang tidak tau menjadi
tau,,,,,masa2 SD yg sangat tidak trlupakan,,apalgi hi guru Jemi danong kuat
cera hang ngurus eme toe bae melaju,,,,mmm lucu,,(Natalia Tea)
Saya punya kisah tak terlupakan saat pertama kali tiba di Malang (Jawa
Timur) pada Juni 2005. Setelah minum dan mandi di rumah keluarga, teman saya
dari Rekas dan saya pergi ke Mall di pusat kota Malang. Baru melewati tangga
masuk terakhir, tangan kami ditarik dua orang laki-laki. Laki-laki: "Mari
Mas...mari Mas...snow ini dapat memutihkan kulit, Mas."
Saya: "Tidak perlu, Mas...Tidak perlu...",
sambil menarik tangan dari pegangan mereka.
Laki-laki: Mereka terus menggosok snow itu di tangan
saya. "Snow ini cocok untuk kulit orang Ambon, Papua, Flores, Mas. Dijamin
bisa membuat putih." Saya :"Cuka minyak... saya tidak perlu snow-mu,
Mas. Dengan kulit begini, kami tetap tampan, Mas..." (Godefridus Paluss)
senang sekali bisa bergabung dengan munculnya forum komunikasi ini.
semoga menjadi sarana yang bermanfaat bagi yang bergabung dan juga untuk
kemajuan Werong - Mbohang kedepannya dari segi seumber daya manusia dan
pengelolaan sumber daya alam serta pemeliharaanya dan yang paling penting
adalah RUMAH TUHAN. (Yuvens darung)
Pernah hi Ten
bete dekon du rombo tuke pau wa Sandur...nanang ngo anak koe inewai kudu tuke
pau hitu, ciek hia eta mai pu'u pau, rantang ita le anak koe inewai. wa'u eta
mai lobo pau demeng dekon ata neho rok, mai hia jahit pake wase pandang (Rm.
Eman Haru, Pr)
Manga kole dami
tuang.du generasi damai ga,,sudah jaman enak sedikit. ai dari pada dite jaman
masih sgt tidak enak..tepeng lili ko one cera..akhir ga ceka cala le ceras
taung bate na'a nai..wkwkwkw...retang koe toe pake deko..hehehehe (Adrianus
Suryanto)
Kali ini raha antara hi enu Mina Jemumut agu hi Man Jaru. Raha du kole
sekolah wa watu bakok. Baju pake di enu Mina ho'o baju jorjet (kain baju so
emong keta longkot one pinggir). Pas du weda li Man hi Mina, wai diha ga pas
keta do'ong ne comong baju di Mina. Sorok damang baju hot da'ong wa'i di Man li
Mina ngger sili kebe. Mai tae di Man ga , campe ta, campe ta. Ha...a..a (Pak
Feliks Arjo)
Ase ka'e
ca kole tombo daku. Biasa danong eme leso minggu jatah ngo pika haju awo
Cancar. Haju situ kudu pika ga olo suing kong geal eme ba. Leso Sabtu du hitu
rewung tengkum tadu beo Mbohang, tambang kole usang rewe re sehingga cebo toko.
Du hitu mbaru de kraeng Ito Gabut beta mai mbaru dami. Tiba2 mane hitu hi Ito
ho'o to'o ket toko langsung pongo haju terus lako. Cai sili ruis mbaru dami mai
hia benta bp Quin. Oe.. Ketu, tad ge. Mai tae daku ga ngo nia be Gabut. Mai
walen ga, cob ngo wa Cancar g'ta. Oe Gabut mane mek tana ho'o e (tae daku). Ole
kirang nggitun ko. Ba kole eta haju'n ge. He..e..e. Ase ka'en ho de da'at beo
bora rewung e. (Feliks Arjo)
Ca Ge Tuang Sua(tuang Guru agu Tuang Rm, ca wie nene ended JO goreng
ikang, mungtung ikang ali kete minyak bone cewe bone, gonggar api haeng keta
leba eta..ciek...data tua ende samapai denge taung lel lawa ca beo, Lucun ga
buka kaut para de Emad ALO,,,ciek hitu lauuuuuuuuuunnnnnnn neeee...poti...tae
diha ga manga poti, kali dapur kudut muntung..ba bampang data iwon,,,data iwon
ga..ba lewing mese agu wae..du koe kig ami du hitu danong, toe di bae koso
isung...) (Adrianus Suryanto)
Nuk kole du koe danong
Tipa kongko plus ikang one lime ca labar one natas, Tombo kole; dami ta
hang ikang. dmeu hang apa??? wale kole de tman ca ga; dami ta hang giling. "Hidup
terasa sgt berlimpah ketika mensyukuri segala yg ada. Meski cuma ikang plus
kongko, di mkn dgn rasa sukur rsanya enaakkk'" (Auryanto)
tipa kngko plus
ikang teri, lako one ntas mse smbl bnta hae labar kudut bntng ngo deko njieng
agu bang rengka,,,,,,hehehe,,,ca lso aq ngo ngandek lau ndingar musi mai dpur
de emad wikus lelo njieng, toe haeng njieng ga, haeng kole aq one dngka ndingar
(Fansi Harun)
Rabu, 09 Agustus 2017
Surat Kasih
Sepucuk surat untuk ema momang, ema Nabas…
Kepergianmu menyayat hati. Tak ada lagi canda, gurau tentangmu yang ada hanyalah sedih, duka yang mendalam. Engkau pergi tak ada tanda apapun. Apakah engkau marah denganku karena tak jadi memberi gambar kudus? Tanpa memberi gambar kudus saya yakini bahwa engkau sendiri kudus adanya. Kepergianmu hari ini minggu 6 Agustus 2017 tentu kepergian pribadi yang kudus, suci dan luar biasa.
Ema nabas ema momang dami, engkau hebat, ema yang luar biasa. Ema tahu bahwa hari kepergianmu adalah hari dimana Yesus menampakan diri dalam kemulian-Nya. Kegembiraan ketiga murid Yesus; Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah kegembiraanmu juga karena ema Nabas telah melihat langsung sinar cahaya sejati yang datang dari Bapa.
Sehari setelah engkau dipanggil, senin 7 agustus 2017 tatkala melihat foto-fotomu saat masih hidup maupun saat engkau “dilutur”, hati ini seperti tersayat sembilu, sungguh sedih rasanya, merasa bersalah, kecewa, makanpun tak selera. Apakah ema Nabas marah? Saya merasa tidak karena saya tahu ema Nabas itu seperti apa. Ema Nabas tak mengenal marah, yang ada hanyalah kegembiraan, lucu dan pendoa. Terakhir aku menjengukmu satu bulan yang lalu, ternyata perjumpaan itu adalah untuk terakhir kalinya. Kuasa Tuhan tidak mungkin ditolak, DIA lebih mencintaimu ema momang, Tuhan akan menjadikanmu sebagai pendoa bagi kami semua, bagi anak-anak, cucu, cicit….dan tentunya bagi beo Mbohang yang selalu kompak dan saling mendukung.
Ema Nabas ema momang dami, mengiringi perjalananmu menuju rumah Bapa, kutulis puisi ini untukmu:
Tak ada keraguan
Tak mungkin diragukan
Semua adalah pasti
Kepastian itu adalah hidup di akhirat
Sedih, pilu, kecewa tak tertahankan
Ditinggalkan oleh sang ayah adalah kepastian
Kuasa-Nya tak mungkin dibendung apalagi ditolak
Manusia boleh merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan
Melihatmu saat di lutur ini adalah kerinduan
Aku rindu aku ingin melihatmu saat itu
Namun itu tak mungkin dan ema Nabas tahu itu
Aku bukannya sengaja aku sungguh dilema
Selamat jalan ema ge
Mohon maaf bila selama ini saya telah menyakitimu
Jangan kamu minta lagi gambar Kudus itu
Karena ema Nabas sudah melihat langsung para kudus di Sorga
Selamat menikmati kebahagiaan bersama para kudus di Sorga
Salam dan doaku
Br. Libert, CSA












