MERASAKAN YANG DIRASAKAN
Tiga hari telah berlalu kusendiri dalam
sepi. Tak ada teman tak ada kawan yang ada hanyalah kerinduan akan kenangan
bersama sang kota damai dan penuh pluralis. Ingin kuberteriak namun aku malu
karena aku bukanlah makhluk hysteria, aku adalah makhluk yang punya rasa dan
kehendak bebas. Ingin kukembali pada kenangan di kota itu, namun aku harus
berada disini untuk kesekian waktu karena disiniliah aku diutus. Dalam
keheningan bercampur kegalauan saya menemukan begitu banyak cerita dan
pengalaman iman yang membuatku semakin hidup. Salah satu perasaan itu
kuungkapkan dalam status Sosmedku #FB#
edisi senin 11 Juli’16 “hidup adalah
anugerah maka harus disyukuri, setiap hidup pasti punya pilihan dan pilihan itu
selalu ada resiko dan konsekuensi”.
Perjalanan tiga hari dalam kesendirian
kiranya cukup bagi saya untuk menemukan arti kesendirian dalam sepi. Kusendiri
dalam sepi bukan tanpa makna, situasi seperti inilah yang membuatku bahkan bagi mereka yang sempat membaca tulisan
ini merasa bahagia dan bersyukur, karena disana terurai rasa dan kata yang
membuat hidup ini menjadi sangat berarti dan berguna bagi yang lain. Hidup
tanpa direfleksikan sama halnya dengan hidup yang tanpa dihidupi oleh sang
sumber hidup. Kehidupan itu menjadi sangat berarti bila saya dan anda bisa
memberi kehidupan bagi makhluk yang lain. Di sekitarku ada makhluk lain yang
butuh disentuh, dikasihi oleh perhatian dan empati kita. “ maukah aku
melakukannya”? betapa arogannya aku, betapa cueknya aku bila kumelihatnya hanya
dilihat saja tanpa kusapa dan kuberi senyuman.
Perjalanan hari yang ketiga di tempat
ini merupakan kesempatan terindah dan berahmat bagiku. Segala rasa menjadi
satu, sedih, senang, galau, marah, putus asa, bahagia, rindu dan lain
sebagainya. Perasaan seperti ini rasa-rasanya menjadi sangat terasa tatkala aku
merasakan seperti yang tidak kurasakan sebelumnya. Dalam satu rasa sempat
kukatakan kenapa ini harus terjadi, apakah hal ini harus kurasakan? Merasakan
sesuatu pada suatu perasaan kiranya menjadi penting untuk dirasakan sehingga
hidup ini terasa indah dan damai. Cukuplah perasaan itu kuungkapkan saat ini,
rasa yang lain pasti akan datang diesok hari menjelang hadirnya kembali sang
embun pagi.
Libertcsa
Senin 110716
Tidak ada komentar:
Posting Komentar