Rabu, 09 Agustus 2017

Refleksi

MERASAKAN YANG DIRASAKAN
Tiga hari telah berlalu kusendiri dalam sepi. Tak ada teman tak ada kawan yang ada hanyalah kerinduan akan kenangan bersama sang kota damai dan penuh pluralis. Ingin kuberteriak namun aku malu karena aku bukanlah makhluk hysteria, aku adalah makhluk yang punya rasa dan kehendak bebas. Ingin kukembali pada kenangan di kota itu, namun aku harus berada disini untuk kesekian waktu karena disiniliah aku diutus. Dalam keheningan bercampur kegalauan saya menemukan begitu banyak cerita dan pengalaman iman yang membuatku semakin hidup. Salah satu perasaan itu kuungkapkan dalam status Sosmedku #FB# edisi senin 11 Juli’16  “hidup adalah anugerah maka harus disyukuri, setiap hidup pasti punya pilihan dan pilihan itu selalu ada resiko dan konsekuensi”.
Perjalanan tiga hari dalam kesendirian kiranya cukup bagi saya untuk menemukan arti kesendirian dalam sepi. Kusendiri dalam sepi bukan tanpa makna, situasi seperti inilah yang membuatku bahkan bagi mereka yang sempat membaca tulisan ini merasa bahagia dan bersyukur, karena disana terurai rasa dan kata yang membuat hidup ini menjadi sangat berarti dan berguna bagi yang lain. Hidup tanpa direfleksikan sama halnya dengan hidup yang tanpa dihidupi oleh sang sumber hidup. Kehidupan itu menjadi sangat berarti bila saya dan anda bisa memberi kehidupan bagi makhluk yang lain. Di sekitarku ada makhluk lain yang butuh disentuh, dikasihi oleh perhatian dan empati kita. “ maukah aku melakukannya”? betapa arogannya aku, betapa cueknya aku bila kumelihatnya hanya dilihat saja tanpa kusapa dan kuberi senyuman.
Perjalanan hari yang ketiga di tempat ini merupakan kesempatan terindah dan berahmat bagiku. Segala rasa menjadi satu, sedih, senang, galau, marah, putus asa, bahagia, rindu dan lain sebagainya. Perasaan seperti ini rasa-rasanya menjadi sangat terasa tatkala aku merasakan seperti yang tidak kurasakan sebelumnya. Dalam satu rasa sempat kukatakan kenapa ini harus terjadi, apakah hal ini harus kurasakan? Merasakan sesuatu pada suatu perasaan kiranya menjadi penting untuk dirasakan sehingga hidup ini terasa indah dan damai. Cukuplah perasaan itu kuungkapkan saat ini, rasa yang lain pasti akan datang diesok hari menjelang hadirnya kembali sang embun pagi.

Libertcsa

Senin 110716


Tidak ada komentar:

Posting Komentar