Rabu, 09 Agustus 2017

Surat Kasih

Sepucuk surat untuk ema momang, ema Nabas…

Kepergianmu menyayat hati. Tak ada lagi canda, gurau tentangmu yang ada hanyalah sedih, duka yang mendalam. Engkau pergi tak ada tanda apapun. Apakah engkau marah denganku karena tak jadi memberi gambar kudus? Tanpa memberi gambar kudus saya yakini bahwa engkau sendiri kudus adanya. Kepergianmu hari ini minggu 6 Agustus 2017 tentu kepergian pribadi yang kudus, suci dan luar biasa.
Ema nabas ema momang dami, engkau hebat, ema yang luar biasa. Ema tahu bahwa hari kepergianmu adalah hari dimana Yesus menampakan diri dalam kemulian-Nya.  Kegembiraan ketiga murid Yesus; Petrus, Yakobus dan Yohanes adalah kegembiraanmu juga karena ema Nabas telah melihat langsung sinar cahaya sejati yang datang dari Bapa.
Sehari setelah engkau dipanggil, senin 7 agustus 2017 tatkala melihat foto-fotomu saat masih hidup maupun saat engkau “dilutur”, hati ini seperti tersayat sembilu, sungguh sedih rasanya, merasa bersalah, kecewa, makanpun tak selera. Apakah ema Nabas marah? Saya merasa tidak karena saya tahu ema Nabas itu seperti apa. Ema Nabas tak mengenal marah, yang ada hanyalah kegembiraan, lucu dan pendoa. Terakhir aku menjengukmu satu bulan yang lalu, ternyata perjumpaan itu adalah untuk terakhir kalinya. Kuasa Tuhan tidak mungkin ditolak, DIA lebih mencintaimu ema momang, Tuhan akan menjadikanmu sebagai pendoa bagi kami semua, bagi anak-anak, cucu, cicit….dan tentunya bagi beo Mbohang yang selalu kompak dan saling mendukung.
Ema Nabas ema momang dami, mengiringi perjalananmu menuju rumah Bapa, kutulis puisi ini untukmu:

Tak ada keraguan
Tak mungkin diragukan
Semua adalah pasti
Kepastian itu adalah hidup di akhirat

Sedih, pilu, kecewa tak tertahankan
Ditinggalkan oleh sang ayah adalah kepastian
Kuasa-Nya tak mungkin dibendung apalagi ditolak
Manusia boleh merencanakan tetapi Tuhan yang menentukan

Melihatmu saat di lutur ini adalah kerinduan
Aku rindu aku ingin melihatmu saat itu
Namun itu tak mungkin dan ema Nabas tahu itu
Aku bukannya sengaja aku sungguh dilema

Selamat jalan ema ge
Mohon maaf bila selama ini saya telah menyakitimu
Jangan kamu minta lagi gambar Kudus itu
Karena ema Nabas sudah melihat langsung para kudus di Sorga
Selamat menikmati kebahagiaan bersama para kudus di Sorga

Salam dan doaku
Br. Libert, CSA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar