Sabtu, 19 Agustus 2017

CINTA & PERHATIAN SEORANG IBU

Renungan singkat Minggu biasa ke-20
Minggu 20 Agustus 2017

Bacaan Injil : Mateus 15:21-28

Lalu Yesus pergi dari situ dan menyingkir ke daerah Tirus dan Sidon. Maka datanglah seorang perempuan Kanaan dari daerah itu dan berseru: "Kasihanilah aku, ya Tuhan, Anak Daud, karena anakku perempuan kerasukan setan dan sangat menderita." Tetapi Yesus sama sekali tidak menjawabnya. Lalu murid-murid-Nya datang dan meminta kepada-Nya: "Suruhlah ia pergi, ia mengikuti kita dengan berteriak-teriak." Jawab Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel." Tetapi perempuan itu mendekat dan menyembah Dia sambil berkata: "Tuhan, tolonglah aku." Tetapi Yesus menjawab: "Tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing." Kata perempuan itu: "Benar Tuhan, namun anjing itu makan remah-remah yang jatuh dari meja tuannya." Maka Yesus menjawab dan berkata kepadanya: "Hai ibu, besar imanmu, maka jadilah kepadamu seperti yang kaukehendaki." Dan seketika itu juga anaknya sembuh

Renungan…
PERHATIAN DAN CINTA SEORANG IBU
MENDATANG SUKACITA

Umat beriman yang mencintai dan dicintai Tuhan…
Sebelum saya melanjutkan renungan ini. sejenak saya mengajak bapak/ibu adik-adik sekalian untuk menghadirkan sosok ibu kita saat ini. Hadirkan dia, pandanglah dia, tatap dia penuh cinta. Karena bagaimana pun juga kita dibesarkan, dewasa seperti ini justru karena perhatian dan cinta dari seorang Ibu. Hal yang dilakukan seorang Ibu, seorang perempuan Samaria hari ini menggambarkan akan kepercayaan, akan imannya pada Yesus. Dia tak henti-hentinya memohon agar Yesus menyembuhkan anak perempuannya yang sedang kerasukan setan dan sangat menderita. Perjuangan dan usaha seorang ibu bukan utk siapa-siapa, dia melakukan hanya demi anaknya. Meskipun dalam perjumpaannya dengan Yesus sempat ditolak oleh para murid-Nya. Satu hal yang pasti bahwa Iman seorang Ibu itu sungguh luar biasa.

Bagaimana dengan umat sekalian? Apa yang pernah dibuat atau dilakukan oleh seorang ibu untuk Anda?
Cinta, perhatian, kasih sayang mendatangkan sukacita dan damai.
Pada bacaan pertama, Yesaya dengan jelas mengatakan bahwa barangsiapa yang melayani Tuhan, memelihara hari sabat dan tidak menajiskannya serta berpegang pada perjanjiannya pasti mengalami SUKACITA.
Mengapa Yesus dengan segera melayani ibu tua itu, jawabannya jelas. Karena ibu ini menyadari bahwa sebagai pengikut kristus dia harus dekat dengan-Nya, mampu memelihara hari sabat (ke gereja setiap minggu, bukan dipakai utk ke kebun), ibu ini juga selalu berpegang pada perjanjian-Nya. Apa janji itu? Ya KESELAMATAN. Perhatikan sukacita yang dialami. Bukan hanya dialami dan dirasakan seorang ibu, namun si anak perempuan itu tentu mengalami sukacita yang besar. Bukan hanya terjadi pada si anak, namun juga bagi Yesus sendiri. DIA mengalami sukacita karena bisa menyembuhkan orang dari kerasukan yang dialami. Perasaan sukacita selalu menjadi pengalaman iman seumur hidup. Pertanyaan untuk kita saat ini: sudah kah saya melakukan seperti yang dilakukan Yesus atau pernah kah saya membuat orang lain merasa bahagia? Jangan-jangan selama ini cenderung merusak kehidupan orang lain, jangan-jangan selama ini suka iri, cemburu terhadap keberhasilan orang lain, bahkan menggunakan kekuatan ilah-ilah lain/ kekuatan setan, ilmu hitam untuk mematika usaha dan kehidupan sesamanya. Jika ini yang terjadi maka sia-sialah iman kita pada Yesus.

Perhatikan kata-kata Yesus: "Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel."
Kita semua, saya dan Anda adalah domba-domba yang hilang. Hilang dari ingatan, hilang dari apa yang pernah diajarkan Yesus, hilang dari perbuatan yang baik, cenderung ke yang kurang baik.

Saudara/I sekalian yang dikasihi Tuhan…
Hari ini Yesus datang menemukan kembali domba-domba itu. Jika selama ini kita kurang menghargai sesama saatnya kita saling menghargai. Jika hari selama ini kita kurang mencinta dan memperhatikan sesama kita, saatnya kita sebarkan virus perhatian dan cinta. Jika selama ini kita sering menyakiti hati sesama, pernah iri hati, cemburu dengan sesame kita, saatnya kita mengubah diri, saatnya kita memperbaiki diri. Sifat kecemburuan, iri hati, menyakiti sesame bukanlah pribadi yang dibentuk oleh Yesus dan ajaran-Nya. Namun dibentuk oleh roh jahat yang selalu menghantui pikiran, perasaan dan perbuatan kita.

Sabda Tuhan hari ini seungguh menggerakkan hari dan budi agar mengubah cara hidup lama menjadi hidup baru yang penuh cinta dan perhatian sehingga mendatangkan sukacita. Belajarlah dari seorang ibu yang dengan caranya masing-masing mampu menularkan kebaikan, mampu menularkan cita, perhatian sehingga sukacita dan damai dialami dan dirasakan oleh siapapun.

Begitulah cara Yesus menebarkan kasih dan cinta-Nya. Sederhana namun sungguh mengena. Amin

Mbay, 20 agustus 2017

Stasi Dhawe paroki Danga, Mbay
Libertcsa

Ket Foto:
Perjalanan menuju stasi Dhawe, Nagekeo




Tidak ada komentar:

Posting Komentar