Rabu, 23 Agustus 2017

SURAT KASIH UNTUK GENERASI BARU MBOHANG



Untukmu Para 
Generasi baru Mbohang

Salam kasih dan damai,
Apa kabar Anda semua? Semoga baik-baik saja dan tentunya salalu dalam lindungan dan berkat-Nya. Harapan yang sama semoga kedatanganku melalui surat ini tidak mengganggu aktivitas anda dan kiranya membantu anda untuk semakin mengenal dan mencintai diri sendiri. Surat ini sengaja saya buat dengan maksud agar teman-teman semua, para generasi baru Mbohang mampu menyadari diri serta siap membangun masa depan “beo Mbohang” tercinta menjadi lebih baik dan bermartabat. Terus terang sebagai putera Mbohang merasa bangga dan penuh sukacita melihat perkembangan di “beo Mbohang”, baik perkembangan bangunan (rumah), jalan raya, ekonomi, pendidikan, moral spiritual dan lain sebagainya. Adakah perkembangan lainnya? Silakan diisi sendiri. Yang jelas sepintas saya mengamati bahwa kedepannya “beo Mbohang” akan menjadi lebih baik, bermartabat bahkan menjadi “beo berpendidikkan”.
Para Generasi baru Mbohang terkasih…
Masa depan beo Mbohang ada di tanganmu, ada di tangan kita di hati kita masing-masing. Belum ada kata terlambat untuk selalu berusaha dan memperbaikinya. Yang lalu biarkanlah  berlalu sesungguhnya yang baru telah datang dan sudah ada di hati kita masing-masing.
Lewat surat ini ada tiga pesan utama yang ingin saya sampaikan:



Pertama: UNTUK GENERASI  LAMA/GENERASI PIONER. Generasi lama atau generasi pioner yang saya maksud adalah orang tua kita, kakek, nenek kita; baik yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Terlebih yang merintis beo ini diantaranya; ema Lantu dari kampung Rejeng, ema Dampul dari Karot dan ema Ngatang dari Tonggur.
Dari hati yang paling dalam saya mengucapkan syukur dan berterima kasih atas segala kebaikan, segala yang telah kalian berikan untuk beo tercinta ini. Besar harapan kami sebagai anak-anak, cucu, cicit agar kalian tetap mendoakan beo Mbohang, mendoakan kami generasi baru Mbohang sehingga kedepannya beo tercinta ini selalu dalam lindungan-Nya.



Kedua: UNTUK GENERASI TENGAH/GENERASI BERBUDI. Generasi tengah atau generasi berbudi yang dimaksud adalah generasi yang sudah lulusan studi di Perguruan Tinggi dan sudah mengabdi. Ingat bahwa kita bisa dan jadi seperti ini tentu berkat doa dan dukungan dari keluarga-keluarga di beo Mbohang. Nama beo Mbohang begitu harum mewangi justru karena telah mencetak begitu banyak intelektual dengan profesi masing-masing; ada yang jadi pendidik, imam, biarawan/I, pengusaha. Jika dipresentasekan memang yang dominan adalah pendidik (guru) sekitar 80%. Masih menunggu calon imam, biarawan/I yang lainnya.
Bagi kita generasi tengah/generasi berbudi adakah sesuatu yang baik datang dari kita? Adakah sesuatu yang telah kita buat untuk beo Mbohang? Jika belum, maka saatnya kita membuka diri membuka hati untuk berbagi. Berbagi tidak harus dengan harta, kekayaan yang kita miliki, tetapi berbagilah apa yang menjadi kompetensi kita. Satu hal yang pasti tetaplah menjaga nama baik beo Mbohang agar namanya tetap harum mewangi selama-lamanya.  

Ketiga  : GENERASI EMAS. Mengapa Generasi emas dan siapakah generasi emas itu? Seorang pendidik pernah mengatakan demikian:“ proses pendidikan  itu ibarat pengolahan sampah menjadi emas”. Butuh proses, butuh usaha, butuh ketelitian, ulet dan bertanggung jawab. Emas itu baru dikatakan emas jika dia mampu melewati proses itu. Beda halnya dengan perhiasan. Perhiasan hanya terlihat indah dan menarik karena hanya melewati satu proses yakni kreativitas pengrajin. GENERASI EMAS yang saya maksud adalah generasi yang sedang studi, generasi yang sedang berjuang, sedang berproses menuju masa depan yang cerah. Kepada kalian saya ingatkan: teruslah berjuang, belajar terus menerus dan HARUS BANYAK MEMBACA, jangan sia-siakan dukungan orang tua “nuk dempul wuku tela toni”. Yang paling penting lagi adalah jaga kepercayaan. Tidak semua anak bisa disekolahkan seperti anda, oleh sebab itu jagalah dan peliharalah kepercayaan itu. Selamat berjuang para Generasi emas, Tuhan memberkati.
Kiranya itulah inti surat kasih yang saya buat. Mengapa dikatakan surat kasih? Dikatakan kasih karena segala sesuatu yang kita peroleh segala apa yang kita miliki bersumber pada kasih Tuhan sendiri. Mari berbagi kasih. Kasih itu sederhana, tidak butuh imbalan.
Selamat membaca para generasi baru Mbohang semoga bermanfaat. Tuhan memberkati

Mbay Agustus 2017
Salam dan doaku
Br. Libert, CSA

Foto-foto lain situasi kekinian beo Mbohang
Foto 1:
Tampak sawah bea lanar dari Villa Mbohang


Foto 2:
Kebun jahe di Lingko Golowua

Foto 3:
Paroki Rejeng/Ketang tampak dari Golo Maria, 
Jalan menuju Mbohang


Foto 4:
Rm. Eman Haru, Pr saat Komuni pertama 
di Stasi Mbohang thn 2016


foto 5:
Nampak kedua anak kecil bergembira
foto depan kapela Mbohang oleh Br. Libert thn 2016


Foto 6:
salah satu sudut beo Mbohang
Tampak Ibu Vita sedang mengendarai motor kesayangannya


Foto 7:
Kapela Stasi Mbohang
Tempat pesemaian Iman dan panggilan orang Mbohang


Foto 8:
Dalam satu acara pesta sekolah tahun 2016
Tampak barisan paling depan: 
Bapak Gabriel, kae Adri Galus, kae Kani Nudin, kae Sales Palis


Foto 9:
Depan Rumah adat suku Karot thn 2016
sesaat setelah misa syukur panen









1 komentar:

  1. Terimkasih surat kasihnya der. semoga generasi penerys semakin mencintai pendidikan. sehingga nantinya generasi emas Mbohang akan selalu jaya ke mana dan di manapun mereka berada.

    BalasHapus