Untukmu Para
Generasi baru Mbohang
Generasi baru Mbohang
Salam kasih dan damai,
Apa kabar Anda semua? Semoga baik-baik saja dan
tentunya salalu dalam lindungan dan berkat-Nya. Harapan yang sama semoga
kedatanganku melalui surat ini tidak mengganggu aktivitas anda dan kiranya
membantu anda untuk semakin mengenal dan mencintai diri sendiri. Surat ini
sengaja saya buat dengan maksud agar teman-teman semua, para generasi baru Mbohang mampu menyadari
diri serta siap membangun masa depan “beo
Mbohang” tercinta menjadi lebih baik dan bermartabat. Terus terang sebagai
putera Mbohang merasa bangga dan penuh sukacita melihat perkembangan di “beo Mbohang”, baik perkembangan
bangunan (rumah), jalan raya, ekonomi, pendidikan, moral spiritual dan lain
sebagainya. Adakah perkembangan lainnya? Silakan diisi sendiri. Yang jelas
sepintas saya mengamati bahwa kedepannya “beo
Mbohang” akan menjadi lebih baik, bermartabat bahkan menjadi “beo berpendidikkan”.
Masa depan beo Mbohang ada di tanganmu, ada di
tangan kita di hati kita masing-masing. Belum ada kata terlambat untuk selalu
berusaha dan memperbaikinya. Yang lalu biarkanlah berlalu sesungguhnya yang baru telah datang
dan sudah ada di hati kita masing-masing.
Lewat surat ini ada tiga pesan utama yang ingin saya
sampaikan:
Pertama: UNTUK GENERASI LAMA/GENERASI PIONER. Generasi lama atau
generasi pioner yang saya maksud adalah orang tua kita, kakek, nenek kita; baik
yang sudah meninggal maupun yang masih hidup. Terlebih yang merintis beo ini
diantaranya; ema Lantu dari kampung
Rejeng, ema Dampul dari Karot dan ema Ngatang dari Tonggur.
Dari hati yang paling dalam saya mengucapkan syukur
dan berterima kasih atas segala kebaikan, segala yang telah kalian berikan
untuk beo tercinta ini. Besar harapan kami sebagai anak-anak, cucu, cicit agar
kalian tetap mendoakan beo Mbohang, mendoakan kami generasi baru Mbohang
sehingga kedepannya beo tercinta ini selalu dalam lindungan-Nya.
Bagi kita generasi tengah/generasi berbudi adakah
sesuatu yang baik datang dari kita? Adakah sesuatu yang telah kita buat untuk
beo Mbohang? Jika belum, maka saatnya kita membuka diri membuka hati untuk
berbagi. Berbagi tidak harus dengan harta, kekayaan yang kita miliki, tetapi
berbagilah apa yang menjadi kompetensi kita. Satu hal yang pasti tetaplah menjaga nama baik beo Mbohang agar
namanya tetap harum mewangi selama-lamanya.
Ketiga : GENERASI EMAS. Mengapa
Generasi emas dan siapakah generasi emas itu? Seorang pendidik pernah
mengatakan demikian:“ proses pendidikan
itu ibarat pengolahan sampah menjadi emas”. Butuh proses, butuh usaha,
butuh ketelitian, ulet dan bertanggung jawab. Emas itu baru dikatakan emas jika
dia mampu melewati proses itu. Beda halnya dengan perhiasan. Perhiasan hanya
terlihat indah dan menarik karena hanya melewati satu proses yakni kreativitas
pengrajin. GENERASI EMAS yang saya maksud adalah generasi yang sedang studi,
generasi yang sedang berjuang, sedang berproses menuju masa depan yang cerah.
Kepada kalian saya ingatkan: teruslah berjuang, belajar terus menerus dan HARUS
BANYAK MEMBACA, jangan sia-siakan dukungan orang tua “nuk dempul wuku tela toni”. Yang paling penting lagi adalah jaga kepercayaan. Tidak semua anak bisa
disekolahkan seperti anda, oleh sebab itu jagalah dan peliharalah kepercayaan
itu. Selamat berjuang para Generasi emas, Tuhan memberkati.
Kiranya itulah inti surat kasih yang saya buat.
Mengapa dikatakan surat kasih? Dikatakan kasih karena segala sesuatu yang kita
peroleh segala apa yang kita miliki bersumber pada kasih Tuhan sendiri. Mari
berbagi kasih. Kasih itu sederhana, tidak butuh imbalan.
Selamat membaca para generasi baru Mbohang semoga
bermanfaat. Tuhan memberkati
Mbay
Agustus 2017
Salam
dan doaku
Br.
Libert, CSA
Foto-foto lain situasi kekinian beo Mbohang
Foto 1:
Tampak sawah bea lanar dari Villa Mbohang
Foto 2:
Kebun jahe di Lingko Golowua
Foto 3:
Paroki Rejeng/Ketang tampak dari Golo Maria,
Jalan menuju Mbohang
Foto 4:
Rm. Eman Haru, Pr saat Komuni pertama
di Stasi Mbohang thn 2016
foto 5:
Nampak kedua anak kecil bergembira
foto depan kapela Mbohang oleh Br. Libert thn 2016
Foto 6:
salah satu sudut beo Mbohang
Tampak Ibu Vita sedang mengendarai motor kesayangannya
Foto 7:
Kapela Stasi Mbohang
Tempat pesemaian Iman dan panggilan orang Mbohang
Foto 8:
Dalam satu acara pesta sekolah tahun 2016
Tampak barisan paling depan:
Bapak Gabriel, kae Adri Galus, kae Kani Nudin, kae Sales Palis
Foto 9:
Depan Rumah adat suku Karot thn 2016
sesaat setelah misa syukur panen




Terimkasih surat kasihnya der. semoga generasi penerys semakin mencintai pendidikan. sehingga nantinya generasi emas Mbohang akan selalu jaya ke mana dan di manapun mereka berada.
BalasHapus